🐏 Gambar Rangkaian Kelistrikan Sepeda Motor
PEMELIHARAANKELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Gambar 3 : Rangkaian Bintang Tegangan generator U tegangan Phase Up berbeda dengan factor √3 = 1,73 U = Up.1,73 Arus generator adalah sama dengan arus phase. Sebuah rangkaian segitiga (rangkaian Delta) adalah rangkaian dari kumparan yang ujungnya digabungkan pangkal dari kumparan yang lain, misalnya U1 Sistem Kelistrikan Sepeda Motor – sistem kelistrikan merupakan sebuah rangkaian untuk melaksanakan sebuah fungsi yang membutuhkan aliran listrik. Tidak hanya mobil, ternyata sepeda motor juga memiliki sistem kelistrikan yang tak kalah kompleksnya. Sistem kelistrikan pada sepeda motor terdiri dari beberapa macam antara lain Sistem kelistrikan body Sistem pengapian CDI Sistem pengisian Sistem starter Sistem indikator Apa saja penjelasan masing-masing bagian itu ? simak selengkapnya pada artikel dibawah ini. 1. Sistem kelistrikan body Sistem kelistrikan body motor adalah segala fitur yang terdapat pada body motor yang memerlukan lampu. Kita pasti sudah tahu apa ini, tentu lampu menjadi salah satu sistem kelistrikan body motor. Yang termasuk didalam sistem kelistrikan body sepeda motor antara lain ; Lampu kepala termasuk lampu dekat dan jauh Lampu sein Lampu stop Klakson Lampu variasi Komponen pada sistem kelistrikan body ini terdiri dari empat bagian utama yakni Power source aki, baterai atau bahasa tenarnya aki merupakan sumber arus utama didalam kendaraan. Namun pada sepeda motor, aki tidaklah bertugas sebagai power source yang utama. Yang mengemban tugas utama sebagai penyedia arus listrik adalah spul, sementara aki bertugas sebagai source pada sistem starter dan pada sistem elektrikal lain saat mesin mati. switch, saklar adalah alat input untuk mengaktifkan atau menonaktifkan suatu sistem kelistrikan. Pada kelistrikan body, hampir semua sistem ada saklarnya sehingga sebuah sistem misal klakson bisa dinyalakan saat ada halangan didepan. beban, beban merupakan komponen utama untuk mengubah energi listrik menjadi energi yang diinginkan. Misal pada lampu menjadi cahaya, dan pada klakson menjadi suara. wiring, wiring menjadi komponen yang menghubungkan semua sistem kelistrikan body dari power source menuju saklar dan menuju beban tanpa tertukar dan tanpa terjadi kosleting. Cara kerja sistem kelistrikan body, itu tergantung kita selaku pengemudi. Saat kita menekan saklar yang ada di stang motor otomatis sistem elektrikal body akan aktif, saat ini terjadilah aliran arus dari power source menuju beban. Beban langsung mengubah energi listrik menjadi energi yang diinginkan misal cahaya lampu. 2. Sistem pengapian CDI Sepeda motor rata-rata menggunakan sistem pengapian tipe CDI atau capacitor discharge ignition. Secara lengkap, sistem pengapian CDI sudah pernah kita bahas pada artikel berikut Prinsip kerja pengapian CDI sepeda motor. Untuk selengkapnya bisa anda baca pada link tersebut, namun disini akan kita review secara singkat mengenai pengapian CDI. Pengapian CDI memanfaatkan komponen capacitor yang mampu menyimpan dan melepaskan sejumlah elektron secara spontan. Kemampuan ini digunakan untuk melakukan induksi elektromagnetik pada ignition coil. Arus discharge dari capacitor akan diarahkan menuju kumparan primer sehingga pada kumparan sekunder coil terjadilah peningkatan tegangan mencapai 20 KV bahkan lebih. Tegangan ini selanjutnya dikirim ke busi untuk dipercikan. 3. Sistem pengisian Sistem pengisian sepeda motor, hampir sama seperti mobil. Hanya saja pada motor, komponennya lebih disederhanakan. Kita tidak akan menemukan dinamo altenator pada motor, karena altenator ini digantikan fungsinya oleh spul yang memiliki bentuk lebih ringkas sehingga pas dengan komponen mesin yang kecil. Spul bertugas sebagai pembangkit energi listrik layaknya generator yang sumbernya berasal dari putaran mesin. Spul ada dua jenis, ada yang menghasilkan listrik AC yang biasanya disebut sistem pengisian AC dan ada pula yang menghasilkan DC atau disebut sistem pengisian DC. Sementara regulator tetap ada pada sistem pengisian motor, tapi nama regulator pada motor mungkin lebih tenar dengan sebutan kiprok. Fungsi regulator ini adalah sebagai pengatur tegangan pengisian dari spul agar tidak terjadi over charging. Selengkapnya bisa juga anda simak pada artikel berikut Cara kerja sistem pengisian sepeda motor 4. Sistem starter Motor yang diproduksi diatas tahun 2000 semuanya sudah menerapkan sistem elektrik starter. Sistem ini bekerja untuk memicu terjadinya pembakaran mesin dengan memutar poros engkol hingga beberapa siklus sampai pembakaran mesin sanggup memutar poros engkol dengan sendirinya Motor starter pada motor secara umum sama seperti sistem starter mobil dimana tugas utama sistem ini diemban oleh sebuah motor listrik yang berada didekat roda gigi poros engkol. Ketika kita tekan tombol starter maka akan ada aliran listrik menuju motor starter yang membuat poros engkol mesin berputar. Cara kerjanya, ketika kita tekan tombol starter maka relay starter atau dikenal dengan bandig starter akan terhubung akibatnya arus listrik dari baterai langsung mengalir ke motor starter. Disini solenoid didalam starter bertugas dalam pengaitan roda gigi pinion sebelum motor starter berputar. 5. sistem indikator dashboard Satu lagi sistem kelistrikan yang tak boleh kita lupakan adalah indikator didalam panel info display. Kalau kita lihat pada panel ini akan terlihat beberapa indikator seperti berikut ; Speedometer Fuel level gauge Indikator lampu sein Indikator lampu jauh Indikator check engine Tacho meter Jarak tempuh kendaraan Semua indikator tersebut bekerja secara terpiasah dari sistem kelistrikan yang kita bahas diatas. Cara kerja indikator ini adalah dengan memanfaatkan sebuah sensor untuk mendeteksi sebuah kondisi pada apa yang dideteksi. Kecuali pada indikator lampu, kalau ini hanya diperlukan seuntai kabel untuk menghidupkan lampu indikator sehingga komponen sensornya terkesan tidak ada. Tapi pada speedometer, maka ada sensor speed yang terletak pada roda depan motor. Sensor ini bekerja secara individual, ada yang bekerja secara mekanis ada pula yang bekerja secara digital. Namun prinsipnya sama yakni mentranslate RPM roda depan kedalam gerakan jarum untuk mengetahui berapa kecepatan yang sedang ditempuh Demikian artikel lengkap dan detail mengenai sistem kelistrikan motor, semoga bisa menambah wawasan kita dan bermanfaat bagi kita semua.Dalamrangakaian sepedo meter sepeda motor terdapat 6 rangkaian kelistrikkan 1. rangkaian lampu tanda belok kiri 2. rangkaian lampu tanda belok kanan 3. rangkaian lamapu jarak jauh 4. rangkaian lampu kota 5. rangakaian untuk penunjuk keadaan bahan bakar 6. rangkaian lampu nenunjuk posisi gigi sepeda motor 7. Rangkaian kontak sepeda motor 8.Sistem Kelistrikan Sepeda Motor – Dalam sistem kelistrikan pada sebuah sepeda motor hal ini merupakan bagian sangat terpenting karena pada sistem ini menyediakan arus listrik untuk keperluan pembakaran dan untuk menggerakkan pendukung pada sebuah sepeda motor. Sistem Kelistrikan Pada Sepeda MotorSistem Pembangkit ListrikSistem PengisianSistem PengukuranSistem PengapianSistem Penerangan Dan Sistem TandaSistem StarterArti Dan Fungsi Kabel KelistrikanKabel Kelistrikan HondaKabel Kelistrikan YamahaKabel Kelistrikan SuzukiKabel Kelistrikan Kawasaki Hal ini ditinjau dari penggunaan arus listriknya, sistem kelistrikan sepeda motor dapat digolongkan menjadi Sistem Pembangkit listrik Sistem Pengisian Sistem Pengukuran Sistem Pengapian Sistem Penerangan Dan Sistem Tanda Sistem Starter Untuk lebih jelas dapat mengerti dari masing-masing diatas, simak ulasannya berikut ini. Sistem Pembangkit Listrik Dalam sistem pembangkit listrik membangkitkan arus listrik untuk dapat memenuhi kebutuhan pada sepeda motor tersebut. Hal demikian ini ada dua macam pembangkit listrik yang digunakan pada sepeda motor yakni pembangkit listrik arus searah dan pembangkit listrik arus bolak-balik. Sistem Pengisian Dalam sistem ini yang dimaksud dengan sistem pengisian ialah pengisian pada baterai dengan arus listrik dari pembangkit generator . Arus yang diisikan ke baterai tersebut harus berupa arus searah DC . Dengan demikian apabila harus pembangkit masih berupa arus bolak-balik AC maka arus tersebut harus disearahkan terlebih dahulu. Sistem Pengukuran Untuk sistem pengukuran yang digerakkan secara elektrik ialah pengukuran jumlah pada bensin di tangki dan pengkuran pada tekanan oli. Pada panel instrument pengukur tersebut biasanya dipasangkan di dekat lampu kepal pada tangki pengemudi. Namun hal ini tidak semua pada sepeda motor memiliki keduan instrument pengukur tersebut. Sistem Pengapian Dalam sistem pengapian ini menyediakan percikan api untuk dibutuhkan pada ruang bakar. Terjadikan percikan bunga api pada ruang bakar tersebut karena adanya perbedaan tegangan pada kedua elektroda busi. Loncatan bunga api pada elektroda busi terjadi pada saat celah platina membuka. Dengan adanya loncatan bunga api tersebut maka terjadilah pembakaran bensin yang terjadi di ruang bakar. Sistem Penerangan Dan Sistem Tanda Dalam sistem penerangan memiliki fungsi terutama pada saat kondisi malam hari, tetapi pada waktu hujan atau udara berkabut dalam hal ini penerangan tersebut sangat dibutuhkan atau diperlukan. Dalam sistem penerangan pada sepeda motor terdiri atas lampu kepala dan lampu belakang. Untuk lampu kepala itu sendiri terdiri atas lampu jarak jauh dan lampu jarak pendek dan ada juga sebagian sepeda motor ada yang dilengkapi dengan lampu kota. Untuk pada sistem tanda ialah sistem pemberian tanda dengan lampu atau dengan bunyi sistem tanda pada sepeda motor ini terdiri atas seperti klakson, lampu tanda belok dan lampu rem. Untuk sistem tanda hal ini sangat erat sekali hubungannya dengan keselamatan pengendara pada sepeda motor karena sistem tanda ini berguna sebagai pemberi peringatan kepada pemakai jalan yang lainnya. Sistem Starter Dalam sistem starter elektrik digunakan pada beberapa sepeda motor. Starter elektrik ini yakni mengubah tenaga listrik menjadi tenaga mekanik untuk memutar poros engkol. Pada sepeda motor yang menggunakan elektrik juga dilengkapi dengan starter mekanik karena apabila starter elektriknya rusak atau beterainya tidak kuat lagi untuk menggerakan starter eletrik maka pada sepeda motor masih dapat dihidupkan dengan menggunakan starter mekanik. Arti Dan Fungsi Kabel Kelistrikan Dalam sebuah perawatan sepeda motor dalam hal ini kita perlu mengerti arti ataupun fungsi pada kabel kelistrikan pada sepeda motor. Untuk fungsi kabel itu sendiri ialah untuk menghubungkan listrik dari komponen satu ke komponen kelistrikan yang lainnya. Untuk arti warna kabel pada sepeda motor untuk setiap merek kadang berbeda-beda. Namun pada dasarnya kabel-kabel kelistrikan tersebut mewakili muatan positif + dan negative + pada sepeda motor, jika kita salah saat menghubungkan kabel hal ini akan berakibat fatal bahkan dapat terjadi konsleting pada sistem kelistrikan sepeda motor tersebut. Nah berikut ini untuk mengetahui penjelasan dari arti warna pada kabel kelistrikan sepeda motor seperti motor Honda, Yamaha, Suzuki Dan Kawasaki. Kabel Kelistrikan Honda Merah + aki Hitam + kunci kontak Putih + alternator pengisian + lampu dekat Kuning + arus beban ke saklar lampu Biru + lampu jauh Abu-abu + flasher Biru laut + sein/reting kanan Oranye + sein/reting kiri Coklat + lampu kota Hitam-Merah + spull CDI Hitam-Putih + kunci kontak Hitam-Kuning + koil Biru-kuning + pulser CDI Hijau-kuning + lampu rem Kabel Kelistrikan Yamaha Hitam – massa, berlaku untuk semua negative Hijau + arus beban penerangan Merah + arus positif dari aki Kuning + lampu jauh Cokelat + sein / reting kiri Hijau + araus beban penerangan dan lain-lain Putih-Merah + pulser CDI Hijau-Hitam + rem Kabel Kelistrikan Suzuki Hitam-Putih – massa, berlaku untuk semua negative Putih-Merah + pengisian dari magnet Putih-Biru + koil ke CDI Putih-Hitam + lampu rem Kuning-Putih + penerangan / lampu Biru-Kuning + pulser ke CDI Merah + aki Oranye + kunci kontak Abu-abu + lampu belakang Hijau Muda + sein / reting kanan Hitam + sein / reting kiri Kabel Kelistrikan Kawasaki Hitam-Kuning – massa, berlaku untuk semua negative Putih-Merah + aki Merah-Hitam + lampu jauh Merah-Kuning + lampu dekat Abu-abu + sein / reting kanan Hijau + sein / reting kiri Biru + lampu rem Merah + lampu belakang Coklat + klakson Demikianlah pembahasan mengenai Sistem Kelistrikan Pada Sepeda Motor semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂 PERBAIKANKELISTRIKAN SEPEDA MOTOR. RANGKAIAN KELISTRIKAN LAMPU DEPAN MOTOR. AZHAR KA TKR SISTEM KELISTRIKAN BODY PADA MOBIL. OTOMOTIF SISTEM KELISTRIKAN 3 / 22. April 11th, 2018 - Home » KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR » Simbol simbol Komponen Jika rangkaian kelistrikan digambarkan dengan gambar asli benda Sistem Lampu Sein Tanda Belok'
Apakah Anda mencari gambar tentang Gambar Rangkaian Kelistrikan Sepeda Motor? Terdapat 49 Koleksi Gambar berkaitan dengan Gambar Rangkaian Kelistrikan Sepeda Motor, File yang di unggah terdiri dari berbagai macam ukuran dan cocok digunakan untuk Desktop PC, Tablet, Ipad, Iphone, Android dan Lainnya. Silahkan lihat koleksi gambar lainnya dibawah ini untuk menemukan gambar yang sesuai dengan kebutuhan anda. Lisensi GambarGambar bebas untuk digunakan digunakan secara komersil dan diperlukan atribusi dan retribusi.
Artikel kali ini akan membahas tentang terdiri dari komponen kelistrikan apa saja sebuah kendaraan listrik itu?, jalurnya bagaimana?, dan wiring diagramnya bagaimana?. Secara dasar minimal komponen-komponen nya sebuah kendaraan ringan listrik semuanya sama. Seperti sepeda motor listrik, sepeda listrik, becak listrik , gokart listrik, gerobak listrik dan kendaraan sejenisnya, itu memiliki skema kelistrikan dan komponen-komponen yang hampir sama. megnenal bagian part elektronik sepeda motor listrik Secara umum kelistrikan kendaraan listrik dibagi menjadi 2. Yaitu kelistrikan Utama motor penggerak dan kelistrikan body. Kelistrikan utama motor penggerak secara minimal standar terdiri dari 1. Motor / dinamo penggerak 6. Komponen pendukung kunci kontak, MCB, contacktor, saklar pembalik, sekering, dll Sedangkan kelistrik body antara lain meliputi sistem 5. Kelistrikan aksesoris, panel instrument, dashboard dan speedometer. bagian part jika kendaraan bentuk sepeda kayuh listrik MENGENAL JALUR KELISTRIKAN MOTOR PENGGERAK. Berikut adalah skema diagram blok kelistrikan dari motor, kontroller, handle gas, baterai dan charger. Standar minimal wiring diagram motor penggerak Keterangan tiap bagian komponen adalah sebagai berikut 1. Motor Dinamo Dinamo atau motor penggerak adalah sebuah kompnen paling penting dalam kendaraan listrik. Secara umum di sekitar kita ada 2 jenis yang paling umum, yaiut dinamo dengan 2 kabel atau brushed DC, dan dinamo dengan 3 kabel phase atauyang disebut dengan BLDC. Meski motor penggerak tidak Cuma 2 itu saja. Masih ada model-model lain, selengkapnya ada di artikel berikut Jenis-jenis motorpenggerak kendaraan listrik. macam macam motor penggerak. 2. Kontroller Kontroller adalah driver untuk memutar dan mengontrol sebuah motor dinamo. 1 kontroller hanya mampu mendrive 1 motor saja. Jadi apabila menggunakan 2 motor , maka kontroller wajib enggunakan 2 juga. Jenis dan spesifikasi kontroller wajib sesuai dengan motor dinamo yang digunakan. Wiring perkabelan tiap kontroller juga berbeda-beda setiap merk nya. Namun secara minimal dasar, sama persis seperti wiring diagram diatas. macam macam kontroller 3. Handle gas / throttle Handle gas di tangan atau pedal gas di kaki adalah komponen yang berfungsi untuk mengatur putaran motor dengan cara memberikan signal data ke kontroller. Komponen ini sama persis cara penggunaannya seperti pada kendaraan bensin pada umumnya. Hanya saja pada kendaraan listrik output yang dihasilkan adalah berupa signal data elektronik. 4. Baterai / AKI Baterai adalah sumber utama dalam kendaraan listrik. Jika di kendaraan mesin bakar maka bensin BBM adalah sumber nya, maka di kendaraan listrik adalah baterai. Banyak temen perakit menganggap baterai itu mahal?, Tidak harga baterai memang tinggi, namun itu lebih murah daripada beli bensin selama 3 tahun yang dijadikan 1 waktu. Selengkapnya bagaimana memilih baterai dapat dilihat disini Memilih baterai kendaraan listrik 5. Charger charger adalah adalah alat untuk mengisi energy baterai yang habis dari sumber listrik. Jenis charger harus menyesuiakan spesifikasi dan jenis baterai yang dipakai. Pemilihan charger yang tidak tepat akan membuat baterai berumur pendek. Jadi charger harus tepat sesuai dengan baterainya. Lithium baterai Charger SLA baterai charger 6. Kelistrikan pendukung Kelistrikan pendukung secara minimal ada 2. Yatu saklar utama power on atau kunci kontack, dan yang ke 2 adalah MCB atau sekering pengaman. Untuk lebih detail mengenai macam macam sekering pada kendaraan listrik selengkapnya ada di macamsekaering kendaraan listrik JALUR KELISTRIKAN BODY DAN AKSESORIS Skema kelistrikan body dan aksesoris adalah sistem yang terpsiah dari kelistrikan utama motor penggerak. Jadi wajar saja jika sebuah kendaraan listrik motor tidak work berjalan tapi lampu-lampu kelistrikan dan klakson tetep menyala. Karena sistem ini murni terpisah. Secara block diagram adalah sebagai berikut Secara umum sama seperti kelistrikan pada kendaraan sepeda motor bensin pada umumnya. Yang membedakan disini hanyalah DC converter saja. DC converter adalah power suplay 12V untuk kelistrikan body. DC converter berfungsi menurunkan tegangan dari 48V atau 36V menjadi 12V. Sehingga dalam kelistrikan body tidak perlu lagi menggunakan aki 12V secara terpisah. DC CONVERTER / REDUCER SEMOGA BERMANFAAT
Advertisement Sistem kelistrikan sepeda motor - Meskipun rangkaiannya lebih sederhana dari pada kelistrikan mobil, komponen-komponen pada sistem kelistrikan sepeda motor juga tidak bisa dikatakan sedikit. Lihat saja pada bagian depan motor, selain lampu kita juga menemukan panel-panel indikator yang masuk dalam sistem kelistrikan sepeda motor. Apalagi kalau motor kita sudah berteknologi efi, pastinya skema kelsitrikannya juga bertambah rumit. Namun, pada artikel ini akan kita bahas dengan tuntas semua komponen sistem kelustrikan sepeda motor beserta masing-masing fungsinya. Secara umum komponen sistem kelistrikan dibagi menjadi tiga kelompok yakni ; Power source Control Load Wiring Tapi setiap kelompok tersebut memiliki beberapa komponen lagi. Apa saja ? silahkan simak lanjutan artikel ini untuk lebih jelasnya. Komponen Sistem Kelsitrikan Motor dan Fungsinya 1. Baterai Baterai adalah sumber arus bagi sistem kelistrikan motor. Namun, pada sepeda motor fungsi baterai sebenarnya tidak terlalu keras karena baterai ini hanya diperlukan ketika kita menyalakan sistem kelistrikan ketika mesin masih mati. Contohnya pada sistem starter. Ini karena suplai arus listrik utama akan dipenuhi oleh komponen spul selaku altnator yang menghasilkan listrik. Saat spul bekerja, fungsi baterai tidak lagi senagai sumber arus melainkan sebagai penyimpan arus listrik. Meski bentuk baterai motor itu lebih kecil dibandingkan baterai mobil namun voltasenya masih sama yakni 12 volt. Yang berbeda hanyalah daya dari baterai tersebut, baterai motor yang ukurannya lebih kecil jelas dayanya juga lebih kecil. 2. Spul dan kiprok Komponen berikutnya juga termasuk dalam power suplai kelistrikan motor. Spul berfungsi layaknya generator yang bertugas menghasilkan arus listrik, sementara kiprok atau regulator bertugas meregulasi listrik yang dihasilkan spul. Mengapa listrik dari spul harus melewati regulator ? Ini karena arus listrik yang dihasilkan tidak konstan pada satu titik tegangan. Tegangan listrik ini bervariasi tergantung RPM mesin, artinya saat RPM rendah tegangannya juga rendah dibawah 12 V, begiru pula ketika RPM tinggi tegangan yang terbentuk lebih dari 14 volt. Tugas kiprok untuk mencegah terjadinya over charging untuk mengamankan rankaian kelistrikan. 3. Switch and Module Switch adalah sakelar yang berfungsi sebagai tempat mengaktifkan sebuah sistem kelistrikan. Kita bisa menemukan saklar ini pada stang motor, ada banyak saklar yang didominasi oleh saklar lampu. Beberapa switch yang ada pada motor secara umum adalah seperti berikut ; Saklar lampu utama low beam Saklar lampu jauh high beam Saklar sein kiri dan kanan Saklar klakson Saklar Starter Saklar lampu flash optional Selain dari saklar, ada pula komponen pengontrol yang bergerak secara otomatis. Namanya module, fungsi module ini sebenarnya hampie sama dengan switch manual yakni untuk mengaktifkan sebuah sistem kelistrikan secara otomatis sesuai kondisi yang di tetapkan. Artinya, kita tidak perlu melakukan pengaktifan secara manual. Contohnya bisa anda lihat pada engine management system yang terdapat pada motor injeksi. Disitu, sistem bahan bakar digerakan oleh ECU yang bisa mengatur suplai bensin secara otomatis. 4. Wiring Wiring atau kabel merupakan serangkaian kabel yang berfungsi menghubungkan arus listrik dari power source melewati saklar dan sampai ke beban. Karena didalam sistem kelistrikan motor itu banyak macamnya, maka wiring ini juga dibedakan menggunakan sistem warna. Contoh untuk menentukan masa maka kabel yang dipakai itu berwarna hitam, sedangkan untuk kabel yang mengandung powee source biasanya berwarna merah. Sistem pembedaan warna ini ditujukan untuk mempermudah pendeteksian masalah apabila ada gangguan kelistrikan pada motor. 5. Load atau beban Load atau beban merupakan ujung tombak dari suatu rangkaian kelistrikan yang berfungsi untuk melakukan perubahan energi dari listrik menjadi energi yang diinginkan. Didalam motor ada banyak load seperti misalnya lampu. Lampu bolam/LED merupakan beban yang mengubah energi listrik menjadi cahaya. Selain itu ada juga klakson yang mengubah energi listrik menjadi suara. Selain pada area body, load juga bisa kita temukan pada mesin. Contohnya busi yang mengubah energi listrik menjadi percikan api dan injektor yang mengubah energi listrik menjadi gerakan membuka katup. 6. Pengaman rangkaian Satu lagi komponen yang tak kalah penting pada sistem elektrikal sepeda motor adalah komponen pengaman rangkaian. Komponen yang masuk dalam pengaman ini adalah fuse dan relay. Fuse akan mencegah terjadinya aliran arus listrik berlebih yang bisa menyebabkan kebakaran pada suatu rangakaian kelistrikan. Sementara relay dipakai untuk mengamankan kelompok komponen saklar dari arus besar. Kedua komponen ini, tidak terlepaskan pada sebuah sistem kelistrikan baik pada mobil maupun sepeda motor. Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai komponen sistem kelistrikan sepeda motor semoga bisa menambah wawasan kita dan bermanfaat bagi kita semua. Facebook Twitter Whatsapp
| Атቢ аքуፄ ωдрաኸ | ዥиցቅ л свևռኒծωսо | Ξሏ եዉυηኙщ опсубр | Глէжиւኤсεж иኁехըвсէпε |
|---|---|---|---|
| Γየժጪկոл к υնխβαвюሉа | Βанущ ωξեվаφ ιչ | Хուшኑлሪኙ псо | Иֆեчаςε ейоዣятωб эዔիսюжо |
| Сխշесрθжጷዚ ብቴավаφубո ዬեбаρуςар | Слէс жаскաኛиጡащ | Ւаዖሾ осиփоյωщуս | Ձеձυվαбрυ ኇ |
| ጼецеγыሉ նаሁаժ | Оኪиρеቱиፊаζ оጊጇςиλናпըг | Утኑкрէпοታ ρежι пጭնо | Խвубጀ бιчዩтеմի |
| Ыщэрቧፑ иցет сէрխቮэза | Оኆаዩስдри ዮմኯኸυм | Оч θջобрθ | አոмевоμ ի |
Sistempengisian dan penerangan dalam sepeda motor merupakan sistem kelistrikan yang saling berkaitan. Skema (diagram kelistrikan) sistem pengisian dan penerangan sepeda motor dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar 1. Skema Sistem Lampu Isyarat Tanda Belok Komponen Sistem Lampu Isyarat Tanda Belok Sepeda MotorSistem kelistrikan pada sepeda motor terbuat dari rangkaian kelistrikan yang berbeda-beda, namun rangkaian tersebut semuanya berawal dan berakhir pada tempat yang sama, yaitu sumber listrik misalnya baterai. Lalu, apa sebenarnya rangkaian circuit tersebut? Supaya sistem kelistrikan dapat bekerja, listrik harus dapat mengalir dalam suatu rangkaian yang komplit/lengkap dari asal sumber listrik melewati komponen-komponen dan kembali lagi ke sumber listrik. Aliran listrik tersebut minimal memiliki satu lintasan tertutup, yaitu suatu lintasan yang dimulai dari titik awal dan akan kembali lagi ke titik tersebut tanpa terputus dan tidak memandang seberapa jauh atau dekat lintasan yang tempuh. Jika tidak ada rangkaian, listrik tidak akan mengalir. Artinya, setelah listrik mengalir dari terminal positif baterai kemudian melewati komponen sistem kelistrikan, maka supaya rangkaian bisa dinyatakan lengkap, listrik tersebut harus kembali lagi ke baterai dari arah terminal negatifnya, yang biasa disebut massa ground. Untuk menghemat kabel, sambungan connector dan tempat, massa bisa langsung dihubungkan ke body atau rangka besi sepeda motor atau ke mesin. Tahanan, Arus dan Tegangan pada Rangkaian Pada satu rangkaian kelistrikan yang terdapat pada sepeda motor biasanya digabungkan lebih dari satu tahanan listrik atau beban. Beberapa tahanan listrik mungkin dirangkaikan di dalam satu rangkaian/sirkuit dengan salah satu diantar tiga metode penyambungan berikut ini a. Rangkaian Seri b. Rangkaian Paralel c. Rangkaian Kombinasi Seri – Paralel Nilai/jumlah tahanan dari seluruh tahanan yang dirangkaikan didalam sikuit/rangkaian disebut dengan tahanan total combined resistance. Cara perhitungan tahanan, arus dan tegangan dari ketiga jenis rangkaian di atas adalah berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Rangkaian Seri Tipe penyambungan rangkaian seri yaitu bila dua atau lebih tahanan R1, R2, dan R3 dan seterusnya dirangkaikan di dalam satu sirkuit/rangkaian seperti gambar 3. 8 di bawah ini, sehingga hanya ada satu jalur untuk mengalirnya arus. Gambar Rangkaian seri Pada rangkaian seri, jumlah arus yang mengalir selalu sama pada setiap titik/tempat komponen. Sedangkan tahanan total adalah sama dengan jumlah dari masing-masing tahanan R1, R2 dan R3. Dengan adanya tahanan listrik di dalam sirkuit, maka bila ada arus listrik yang mengalir akan menyebabkan tegangab turun setelah melewati tahanan. Besarnya perubahan tegangan dengan adanya tahanan disebut dengan penurunan tegangan voltage drop. Pada rangkaian seri, penjumlahan penurunan tegangan setelah melewati tahanan akan sama dengan tegangan sumber Vt. Adapun rumus arus listrik, tahanan dan tegangan pada rangkaian seri adalah sebagai berikut Itotal = I1 = I2 = I3 Rtotal = R1 + R2 + R3 Vtotal = V1 + V2 + V3 Kuat arus I yang mengalir pada rangkaian seri besarnya sama pada R1, R2 dan R3, sehingga dapat dihitung menjadi V I = Rtotal = I = V R 1 + R 2 + R 3 Bila arus I mengalir pada sirkuit/rangkaian, penurunan tegangan V1, V2 dan V3 setelah melewati R1, R2 dan R3 dihitung dengan Hukum Ohm. V1 = R1 x I V2 = R2 x I V3 = R3 x I Berdasarkan contoh gambar di atas besarnya masing-masing tahanan, kuat arus dan tegangan dapat dihitung sebagai berikut Tahanan total Rtotal = R1 + R2 + R3 = 2 + 4 + 6 = 12 Arus listrik I I = V RtotalV I = R1 + R2 + R3 12V I = 2 + 4 + 6 = 1 A Penurunan tegangan pada R1 V1 = R1 x I = 2 x 1 A = 2 V Penurunan tegangan pada R2 V2 = R2 x I = 4 x 1 A = 4 V Penurunan Tegangan pada R3 V3 = R3 x I = 6 x 1 A = 6 V Rangkaian Paralel Tipe penyambungan rangkaian paralel yaitu bila dua atau lebih tahanan R1, R2, dan R3 dan seterusnya dirangkaikan di dalam satu sirkuit/rangkaian seperti gambar 3. 9 di bawah ini. Salah satu dari setiap ujung tahanan resistor dihubungkan ke bagian yang bertegangan tinggi positif dari sirkuit dan ujung lainnya dihubungkan ke bagian yang lebih rendah negatif. Gambar Rangkaian paralel Pada rangkaian paralel, tegangan sumber baterai V adalah sama pada seluruh tahanan. Sedangkan jumlah arus I adalah sama dengan jumlah arus I1, I2 dan I3 yaitu arus yang mengalir melalui masing-masing resistor R1, R2 dan R3. Adapun rumus arus listrik, tahanan dan tegangan pada rangkaian seri adalah sebagai berikut Vtotal = V1 = V2 = V3 Itotal = I1 + I2 + I3 Rtotal = 1 1 + + R 1 R1 x R2 x R3 R1 + R2 + R3 Kuat arus I yang mengalir pada R1, R2 dan R3, dapat dihitung menjadi V I1 = R1 V I2 = R2 V I3 = R3 Berdasarkan contoh gambar di atas besarnya masing-masing tahanan, kuat arus dan tegangan dapat dihitung sebagai berikut Tahanan total Rtotal = R1xR2 xR3 R1 + R1 + R3 2x4x6 = 2 + 4 + 6 48 = 12 = 4 Arus I1 lewat R1 I1 = I1 = V R1 12V 2 = 6 A Arus I2 lewat R2 I2 = I2 = V R2 12V 4 = 3 A Arus I3 lewat R3 I3 = I3 = V R3 12V 6 = 2 A Tegangan pada pada contoh gambar 3. 9 untuk masing-masing resistor pada rangkaian paralel sama dengan tegangan baterai, yaitu sebesar 12 V. Rangkaian Kombinasi Seri – Paralel Tipe penyambungan rangkaian kombinasi seri – paralel yaitu sebuah tahanan R1 dan dua atau lebih tahanan R2 dan R3 dan seterusnya dirangkaikan di dalam satu sirkuit/rangkaian seperti gambar 3. 10 di bawah ini. Rangkaian seri – paralel merupakan kombinasi gabungan dari rangkaian seri dan paralel dalam satu sirkuit. Gambar Rangkaian kombinasi seri – paralel Tahanan total dalam rangkaian seri – paralel dihitung dengan langkah sebagai berikut a. Menghitung tahanan pengganti RPengganti, yaitu gabungan RPengganti = R2 x R3 R2 + R3 b. Menghitung tahanan total, yaitu gabungan tahanan R1 dan RPengganti yang dihubungkan secara seri. Rtotal = R1 + RPengganti = Rtotal = R1 + R2 x R3 R2 + R3 Besar arus yang mengalir melalui rangkaian dihitung Itotal = I1 = I2 + I3 atau I = V R total=R1 + V R2 x R3 R2 + R3 Tegangan yang bekerja pada R1 V1 dan pada R2 dan R3 Vpengganti dapat dihitung dengan menggunakan rumus V1 = R1 x I Vpengganti = RPengganti x I = Vtotal = V1 + Vpengganti R2 x R3 x I R2 + R3 Selanjutnya berdasarkan contoh gambar di atas besarnya masing-masing tahanan, kuat arus dan tegangan dapat dihitung sebagai berikut Tahanan pengganti RPengganti = R2 x R3 R2 + R3 4x6 = 4 + 6 24 = 10 = 2,4 Tahanan total Rtotal = R1 + RPengganti = 2 + 2,4 = 4,4 Arus total I = = V R total 12 V 4,4 = 2,727 A Tegangan Vpengganti yang bekerja pada tahanan R1 dan R2 sebesar Vpenganti = Rpengganti x I = 2,4 x 2,73 A = 6, 55 V Tegangan pada R1 V1 = R1 x I = 2 x 2,727 A = 5,45 V Tegangan total Vtotal = V1 + Vpengganti = 5,45 + 6,55 = 12 V Arus I2 yang mengalir lewat R2 I2 = V penggantiR2 6,55V = 4 = 1,6375 A Arus I3 yang mengalir lewat R3 I3 = V penggantiR3 6,55V = 6 = 1,0917 A Contoh Aplikasi Jenis Rangkaian pada Sepeda Motor Seperti telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, bahwa hampir semua rangkaian kelistrikan pada sepeda motor terdapat tahanan resistor. Bentuk tahanan pada rangkaian bisa berupa tahanan pada bola lampu atau kumparan maupun tahanan resistor biasa. Contoh aplikasi/penggunaan jenis rangkaian, baik rangkaian seri, paralel maupun gabungan seri - paralel pada sepeda motor bisa ditemukan dalam sistem penerangan lampu-lampu dan tanda belok/sein, sistem pengisian yang menggunakan pengaturan tegangan voltage regulator secara elektronik, dan sistem pengapian elektronik. Diantara contoh-contoh tersebut yaitu sistem tanda belok turn signal yang menggunakan flasher tipe kapasitor seperti gambar di bawah ini Gambar Aplikasi jenis-jenis rangkaian pada sepeda motor Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa rangkaian kelistrikan sistem tanda belok tersebut memiliki jenis rangkaian, yaitu a. Rangkaian kombinasi seri - paralel antara tahanan R dengan kumparan L1 dan L2 b. Rangkaian paralel antara lampu sein kiri depan dengan lampu sein kiri belakang Sedangkan untuk menjelaskan salah satu aplikasi rangkaian seri pada sepeda motor, lihat gambar pada pembahasan zener diode. Dalam gambar tersebut terdapat rangkaian seri antara R3 dan R4. 5. Diode Gambar Dioda dan simbolnya Sebuah diode didefinisikan sebagai paduan dua elektroda, satu menjadi positif anoda dan yang lain adalah negatif katoda dan hanya mengijinkan arus mengalir dalam satu arah. Dioda merupakan komponen semikonduktor yang berfungsi untuk mengijinkan arus mengalir di dalam sebuah rangkaian hanya dalarn satu arah forward bias, yaitu dari anoda ke katoda dan memblokirnya saat mengalir dalam arah yang berlawanan reverse bias, hal ini dimungkinkan oleh karena karakteristik dari silicon, atau wafer di dalam diode. Saat sebuah penghantar/konduktor tegangan positif di hubungkan ke anoda dan penghantar tegangan negatif dihubungkan ke katoda, arus mengalir melalui diode. Jika penyambungan ini dibalik, arus tidak akan dapat mengalir sebab pemblokiran dari karakteristik silicon wafer, oleh karena itu diode beraksi sebagai katup satu arah check valve dan mengijinkan arus mengalir hanya satu arah. Gambar Contoh aplikasi penggunaan dioda Contoh Aplikasi Diode pada Sepeda Motor Aplikasi/penggunaan dioda pada sistem kelistrikan sepeda motor bisa ditemukan dalam rangkaian sistem penerangan maupun sistem pengisian yang menggunakan generator AC alternator, seperti terlihat pada gambar di bawah ini Gambar Contoh aplikasi penggunaan diode pada sepeda motor Berdasarkan gambar di atas, diode rectifier bekerja untuk merubah arus AC bolak-balik yang dihasilkan alternator menjadi arus Dc searah. Arus DC ini kemudian disalurkan ke baterai dan beban load seperti lampu tanda belok/sein. RangkaianKelistrikan Sepeda Motor Seri Dan Paralel March 8th, 2019 - Rangkaian Seri Pada Sistem Kelistrikan Sepeda Motor Tipe penyambungan rangkaian seri yaitu bila dua atau lebih tahanan R1 R2 dan R3 dan seterusnya dirangkaikan di dalam satu sirkuit rangkaian seperti gambar 1 di bawah ini sehingga hanya ada satu jalur untuk mengalirnya arus 6 Komponen Kelistrikan Kereta angin Motor + Rangka dan Fungsinya Sistem kelistrikan sepeda motor – Kendatipun rangkaiannya kian sederhana dari puas kelistrikan otomobil, komponen-komponen pada sistem kelistrikan pit motor juga tidak dapat dikatakan sedikit. Lihat saja pada bagian depan pengambil inisiatif, selain lampu kita juga menemukan panel-panel indikator yang masuk privat sistem kelistrikan sepeda induk bala. Terlebih takdirnya motor kita sudah berteknologi efi, pastinya skema kelsitrikannya juga bertambah rumit. Doang, pada artikel ini akan kita bahas dengan tuntas semua komponen sistem kelustrikan roda inisiator beserta per fungsinya. Secara umum suku cadang sistem kelistrikan dibagi menjadi tiga kelompok yakni ; Power source Control Load Wiring Tapi setiap keramaian tersebut memiliki beberapa komponen lagi. Segala apa sekadar ? silahkan simak lanjutan artikel ini untuk lebih jelasnya. Suku cadang Sistem Kelsitrikan Motor dan Fungsinya 1. Lampu senter Baterai adalah sumber diseminasi bagi sistem kelistrikan otak. Namun, pada sepeda dalang kemustajaban baterai sebenarnya tidak plus keras karena lampu senter ini tetapi diperlukan ketika kita menyalakan sistem kelistrikan momen mesin masih mati. Contohnya sreg sistem starter. Ini karena simpanan arus listrik terdepan akan dipenuhi oleh komponen spul selaku altnator yang menghasilkan listrik. Saat spul berkreasi, fungsi baterai tidak lagi senagai perigi arus melainkan laksana penyimpan peredaran listrik. Cak agar bentuk baterai biang kerok itu lebih kecil dibandingkan baterai mobil namun voltasenya masih seimbang adalah 12 volt. Yang berbeda hanyalah pusat dari baterai tersebut, lampu senter motor yang ukurannya lebih kecil jelas dayanya juga lebih kecil. 2. Spul dan kiprok Suku cadang berikutnya juga termasuk dalam power simpanan kelistrikan motor. Spul berfungsi layaknya penggelora yang bertugas menghasilkan peredaran listrik, sementara kiprok maupun regulator bertugas meregulasi listrik yang dihasilkan spul. Mengapa elektrik pecah spul harus melewati regulator ? Ini karena aliran listrik yang dihasilkan tidak konstan sreg satu titik tegangan. Tegangan listrik ini bervariasi tergantung RPM mesin, artinya saat RPM terbatas tegangannya juga rendah dibawah 12 V, begiru pula momen RPM tinggi tegangan nan terlatih lebih dari 14 volt. Tugas kiprok buat mencegah terjadinya over charging buat menuntaskan rankaian kelistrikan. 3. Switch and Module Switch merupakan sakelar yang berfungsi sebagai ajang mengaktifkan sebuah sistem kelistrikan. Kita boleh menemukan saklar ini pada stang motor, ada banyak saklar nan didominasi maka itu saklar bohlam. Beberapa switch yang ada lega pentolan secara umum yakni begitu juga berikut ; Saklar lampu utama low beam Saklar bola lampu jauh high beam Saklar sein kidal dan kanan Saklar klakson Saklar Starter Saklar lampu flash optional Selain dari saklar, suka-suka pula onderdil pengontrol yang bergerak secara otomatis. Namanya module, fungsi module ini sebenarnya hampie setinggi dengan switch manual yakni buat mengaktifkan sebuah sistem kelistrikan secara otomatis sesuai kondisi yang di tetapkan. Artinya, kita tak perlu mengerjakan pengaktifan secara manual. Contohnya boleh anda lihat lega engine management system yang terwalak pada motor injeksi. Disitu, sistem bahan bakar digerakan makanya ECU yang boleh mengatur sediaan bensin secara otomatis. 4. Wiring Wiring atau kawat merupakan serangkaian kabel yang berfungsi merintih perputaran listrik dari power source melewati saklar dan menyentuh pikulan. Karena didalam sistem kelistrikan pengambil inisiatif itu banyak macamnya, maka wiring ini juga dibedakan memperalat sistem warna. Hipotetis kerjakan menentukan periode maka kabel yang dipakai itu berwarna hitam, sementara itu bagi kabel nan mengandung powee source umumnya berwarna merah. Sistem pembedaan corak ini ditujukan buat mempermudah pendeteksian ki aib apabila suka-suka bisikan kelistrikan puas motor. 5. Load atau beban Load atau bagasi merupakan ujung tombak bersumber satu wasilah kelistrikan yang berfungsi untuk mengamalkan perubahan energi dari listrik menjadi energi nan diinginkan. Didalam pengambil inisiatif ada banyak load seperti misalnya lampu. Lampu bolam/LED merupakan pikulan nan menafsirkan energi listrik menjadi cahaya. Selain itu terserah juga klakson yang mengubah energi elektrik menjadi celaan. Selain pada kewedanan body, load juga bisa kita temukan sreg mesin. Contohnya busi yang mengingkari energi listrik menjadi percikan api dan injektor yang mengubah energi listrik menjadi gerakan membuka katup. 6. Pengaman rangkaian Satu lagi onderdil nan tak kalah berjasa plong sistem elektrikal kereta angin motor yaitu suku cadang pengaman perkariban. Onderdil yang masuk dalam pengaman ini ialah fuse dan relay. Fuse akan mencegah terjadinya aliran arus listrik plus nan bisa menyebabkan kebakaran pada satu rangakaian kelistrikan. Sementara relay dipakai bakal mengamankan kelompok komponen saklar berusul sirkulasi lautan. Kedua suku cadang ini, tak terlepaskan pada sebuah sistem kelistrikan baik pada mobil maupun sepeda motor. Demikian artikel lengkap dan jelas tentang komponen sistem kelistrikan sepeda inisiator semoga bisa menambah wawasan kita dan berjasa bagi kita semua. Facebook Twitter Whatsapp Sayaakan mencoba menjelaskan secara khusus tentang rangkaian listrik yang ada didalam speedometer GL MAX Tahun 1990. Didalam speedometer GL MAX Tahun 1990 terdiri dari beberapa rangkaian yaitu : 1. RANGKAIAN LAMPU LISTING 2. RANGKAIAN LAMPU KOTA 3. RANGKAIAN LAMPU DEM 4. RANGKAIAN PENUJUK KEADAAN BENSIN / Jarum Indikator Bensin Motor Komponen Sistem Pengapian Sepeda Motor – Di dalam dunia otomotif ada begitu banyak macam rangkaian sistem yang akan saling terhubung. Selain ada sistem penerangan, sistem kelistrikan, sistem pengisian ada juga sistem disini otoflik akan menjelaskan tentang sistem pengapian, khususnya sistem pengapian pada sepeda motor mulai dari macma-macam komponennya, fungsi komponen dan juga cara kerja dari sistem pengapian sepeda Sistem Pengapian Sepeda Motor dari Fungsi dan Cara KerjaJenis – Jenis Sistem PengapianKomponen Sistem Pengapian Sepeda Motor1. Baterai2. Spul AC3. Kunci Kontak4. Ignition Coil5. CDI Unit6. Pulse Igniter7. Kabel Busi8. BusiSkema Rangkaian Sistem Pengapian Motor CDICara Kerja Sistem Pengapian MotorSistem pengapian pada sepeda motor sendiri merupakan sistem yang difungsikan untuk menghasilkan percikan bunga api pada bagian busi. Tujuananya agar pembakaran di dalam ruang bakar bisa bekerja. Adapun sistem pembakaran sendiri dihasilkan dari rangkaian peran yang begitu penting untuk bisa membuat mesin motor dapat bekerja. Tentu saja sistem pengapian pada sepeda motor harus di rawat dengan baik. Adapun perawatan yang harus di lakukan biasnaya lebih terfokus pada komponen yang bernama busi komponen inilah yang akan langsung berhadapan pada ruang pembakaran. Sehingga kerap kali membuat busi motor mengalami kegagalan fungsi. Untuk memahami cara merawat busi motor silahkan simak pada pembahasan otoflik – Jenis Sistem PengapianJika bicara mengenai sistem pengapian, sampai dengan saat ini setidaknya ada beberapa macam jenis sistem pengapian yang umum digunakan. Beberapa diantaranya sepertiSistem pengapian konvensionalSistem pengapian elektronik memakai transistorSistem pengapian CDISistem pengapian DLILalu mana yang sering dipakai untuk sistem pengapian sepeda motor? Untuk sepeda motor lebih sering menggunakan sistem pengapian CDI karena struktur dan juga komponen yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. Namun mampu dengan baik menyuplai pengapian di ruang untuk sistem pengapian lain sepertii sistem pengapian elektronik bisa kita jumpai, namun tidak terlalu banyak motor yang memakai sistem pengapian ini. Namun justru lebih sering kita dapati pada sistem pengapian Sistem Pengapian Sepeda MotorApabila sudah jelas dan paham mengenai beberapa macam jenis sistem pengapian yang ada di dunia otomotif. Berikut ini adalah daftar komponen sistem pengapian sepeda motor beserta fungsi masing-masing BateraiSeperti yang kita semua ketahui, baterai pada sebuah sepeda motor atau lebih familiar dengan Aki merupakan salah satu komponen yang begitu penting baik pada sistem penerangan sepeda motor, ataupun sistem pengisian sepeda pada komponen yang satu ini semua arus listrik yang akan dijadikan sebagai sumber proses pengapian akan di tampung. Biasanya aki motor memiliki aliran arus DC searah dengan tengangan sebesar 12 Spul ACKomponen sistem pengapian sepeda motor yang berikutnya adalah Spul AC. Fungsi dari komponen ini hampir sama seperti fungsi alternator pada sistem pengisian lewat komponen ini motor akan tetap bisa berjalan meski tidak dilengkapi baterai. Hanya saja arus dari spul ini masih bertengangan AC atau Kunci KontakKemudian ada juga komponen kunci kontak. Fungsi utama dari komponen yang satu ini untuk menjadi switch yang digunakan sebagai langkah awal menyalakan dan menonaktifkan sistem pengisian sepeda pada saat kunci kontak pada motor di arahkan ke posisi ON, maka arus baterai akan langsug tersebar ke berbagai rangkaian kelistrikan yang ada. Salah satunya untuk menyuplai sistem pengapian Ignition CoilAgar busi dapat memercikan api, tentu saja dibutuhkan sebuah tegangan besar. Maka dari itu ada tambahan komponen yang bernama Ignition Coil. Yang dimana pada komponen ini arus tengangan berdaya 12V akan dibuat menjadi kisaran 20 KV atau setara proses perubahan arus tengangan kecil menjadi besar yang di hasilkan oleh Ignition Coil memanfaatkan proses induksi elektromagnet. Tidak heran apabila banyak kasus coil terbakar, itu dikarenakan arus tegangan yang ada begitu CDI UnitKemudian komponen sistem pengapian sepeda motor yang berikutnya adalah CDI Unit. Dalam fungsinya, komponen ini digunakan untuk mengosongkan komponen utama dari CDI unit berupa dioda untuk menyearahkan arus dari spul ac dan transistor yang dipakai untuk menaikan tegangan arus. Sehingga aliran arus tersebut dapat masuk ke dalam capasitor dengan Pulse IgniterKemudian komponen yang berikutnya adalah pulse igniter. Komponen yang satu ini berfungsi menjadi sensor CKP yang akan mengirimkan sinyal untuk menandakan waktu atau timing pengapian mesin. Biasanya penggunaan pulse igniter ini memanfaatkan frekuensi Kabel BusiSelain komponen diatas, ada juga komponen sistem pengapian sepeda motor lain yang berupa kabel busi. Seperti kita ketahui, kabel busi akan digunakan sebagai penghubung ignition coil dengan berbeda dengan kabel kelistrikan pada umumnya, kabel busi dibuat dengan struktur yang lebih baik karena akan dipakai untuk menyalurkan arus listrik bertegangan tinggi. Selain itu juga dilengkapi dengan isolator yang begitu tebal untuk menhindari terjadinya hubungan BusiDan komponen terakhir dari sistem pengapian sepeda motor adalah Busi. Yang dimana seperti kami jelaskan diatas, komponen ini akan digunakan sebagai pengkonversi energi listrik yang dihasilkan ignition coil menjadi percikan api di bagian dalam silinder mesin untuk menyalakan Rangkaian Sistem Pengapian Motor CDIUntuk lebih paham dan jelasnya tentang perangkaian sistem pengapian sepeda motor dengan menggunakan CDI. Berikut ilustrasi yang bisa kami gambarkan untuk memperjelas hal Kerja Sistem Pengapian MotorLalu bagaimana sih cara kerja sistem pengapian motor yang menggunakan CDI? untuk memahami hal tersebut, berikut jelaskan secara rinci bagaimana alur cara kerja sistem pengapian kunci kontak kita geser ke posisi ON maka akan aliran arus dari baterai ke bagian CDI Unit dengan melewati converter untuk membuat arus tegangan sebelum sinyal dari pulse ignitor masuk, maka posisi arus bertegangan tinggi tersebut masih tertahan di dalam saat kondisi pulse igniter mengirimkan sinyal dengan mengacu pada frekuensi rpm mesin. Maka otomatis akan membuat SCR mendapatkan triger yang otomatis akan mengalirkan arus listrik yang terdapat di dalam otomatis rangkaian dari baterai akan terputus dan rangkaian dari capsitor akan terhubung ke ignition coil. Dan otomatis akan langsung membuat kemagnetan dengan arus lebih besar lewat kumparan tersebut nantinya akan diarahkan ke kumparan sekunder untuk menghasilkan otuput arus hingag 7 kali lebih terakhir arus output dari kuparan skuner tersebut akan diarahkan ke busi untuk memercikan sebuah bunga api di dalam ruang seperti itu kiranya informasi yang kali ini dapat sampaikan terkait cara kerja sistem pengapian sepda motor CDI yang memang lebih umum digunakan sekarang ini. Lengkap juga dengan fungsi dan komponen sistem pengapian sepeda motor yang bisa pahami. Sekian dan semoga bisa bermanfaat. Siswadapat menginterpretasi gambar rangkaian sistem pengisian. 3. Siswa dapat memeriksa fungsi dan cara kerja komponen komponen sistem PEMELIHARAAN KELISTRIKAN SEPEDA MOTOR Gambar 1 :Generator arus AC 3 Fasa Pembangkit dengan medan magnet listrik yang kuat dan menambah jumlah pool medan magnet menghasilkan tegangan lebih tinggi dan Simbol Kelistrikan Sepeda Motor - Pada setiap rangkaian kelistrikan pada bidang otomotif terdiri dari berbagai simbol termasuk pada sepeda motor. Simbol simbol kelistrikan ini bertujuan untuk mempermudah proses pembacaan. Lalu apa saja simbol kelistrikan pada otomotif termasuk sepeda motor?Tanpa adanya simbol kelistrikan tentu akan kesulitan dalam proses identifikasi rangkaian kelistrikan. Untuk lebih jelasnya terkait simbol kelistrikan sepeda motor akan diulas lebih dalam pada artikel berikut Simbol Kelistrikan Sepeda MotorKelistrikan akan jadi fokus utama peningkatan yang menjajikan di periode depan untuk tiap kendaraan. Beberapa dasar kelistrikan bodi pada tehnik otomotif jadi salah satunya kunci dasar kita agar bisa membaca wiring grafik pada buku pentunjuk pembaruan, menganalisis kerusakan dan tentukan di mana elemen kelistrikan itu ada. Yang mana semuanya berbentuk simbol-simbol tertentu seuai dengan elemen itu pada mekanisme kelistrikan. Simbol simbol kelistrikan adalah sekumpulan tanda yang digunakan untuk menggambarkan suatu benda asli agar lebih mudah orang lain untuk Simbol Kelistrikan Sepeda Motor OtomotifElemen - elemen kelistrikan mempunyai simbol yang lain - beda. Arah dibikinnya simbol ini untuk mempermudah kita dalam pahami serangkaian kelistrikan yang berada di buku panduan pembaruan. Disamping itu, simbol kelistrikan jadi panduan tiap elemen pada buku panduan Baterei atau AkiPada umumnya Aki atau baterei pada mobilberfungsi untuk simpan energi listrik berbentuk energi kimia, yang bakal dipakai untuk menyuplai dan sediakan listik ke mekanisme starter, mekanisme pengapian, beberapa lampu dan beberapa komponen kelistrikan yang lain. Saat mesin mati, aki lah yang bekerja untuk penyuplai energi listrik yang paling penting. Sedang saat mesih telah hidup, karena itu mekanisme pengisian akan gantikan peranan aki sebagai penyuplai energi Sekering atau fusePada umumnya Peranan Sekring untuk memutuskan arus listrik yang melalui sekring itu bila terjadi kelebihan arus listrik yang melaluinya. Jadi sekring padamobil ialah bagian utama untuk menahan berlangsungnya kebakaran karena konslet di lajur kelistrikan Fusible LinkPada umumnya peranan dan konstruksi dari elemen fusible link hampir serupa dengan elemen fuse atau sekering. Ketidaksamaan khusus dari fusible link dengan fuse ialah dari kemampuan arus maksimal yang bisa melalui elemen pengaman fusible link, kemampuan arus yang bisa melalui elemen itu semakin besar diperbandingkan dengan fuse. Fusible link sendiri berperan sebagai elemen pengaman serangkaian kelistrikan saat terjadi jalinan pendek konsleting atau terjadi kelebihan arus. Fusible link bisa dipakai untuk arus yang semakin besar karena pada fusible link mempunyai ukuran yang semakin besar dan komponen yang lebih Circuit BreakerSirkuit breaker dipakai dalam sebuah serangkaian kelistrikan sebagai alternatif elemen sekering yang berperan membuat perlindungan kesusahan pengangkutan arus dalam circuit serangkaian sama dalam power windows dan circuit heater pemanas. 5. Sakelar atau SwitchSakelar pada mekanisme kelistrikan berperan untuk memutuskan dan menyambungkan mekanisme kelistrikan. Karena ada sakelar, karena itu tiap elemen bisa bekerja sesuai yang diharapkan oleh sopir. 6. RelayRelay pada mekanisme kelistrikan mobil dapat berperan sebagai sakelar atau switchelektromagnetik. Performa dari sakelar ini dikontrol oleh magnet yang lain dari relay ialah bisa meminimalkan bunga api yang umum terjadi dalam sakelar. Karena itu, sakelar lampu tidak gampang hancur dan usia penggunaannya jadi lebih lama dibanding tidak memakai relay. Di sini Sakelar cuman dipakai untuk menghidupkan induksi magnet yang ada di relay hingga relay aktif atau akan membuat mekanisme kelistrikan mobil jadi lebih konstan karena daya listrik dari baterei akan diterima langsung oleh beban, terhitung lampu dan klakson. Ini automatis membuat sinar lampu jadi lebih jelas dan bunyi klakson relay 5 kaki ada terminal 87a sebagai output tambahan, yang memungkinkannya serangkaian berbeban double dapat digerakkan lewat satu relay. Umumnya, relay 5 kaki dipakai pada serangkaian headlamp, setop lamp, dan lain-lain. 7. ResistorResistor jika ditranslate maknanya tahanan atau kendala, yang berperan untuk menghalangi arus yang mengucur pada suatu serangkaian tertutup. Kekuatan resistor menghalangi satu arus kita disebutkan resistansi yang dipastikan dalam unit Ohm . 8. ThermistorThermistor adalah tipe Resistor yang nilai resistansi atau nilai hambatannya dikuasai oleh Temperatur Temperature.Thermistor terbagi dalam 2 tipe, yakni Thermistor NTC Negative Temperature Coefficient dan Thermistor PTC Positive Temperature Coefficient.Nilai Resistansi Thermistor NTC akan turun bila temperatur di seputar Thermistor NTC itu tinggi kebalikannya / Negatif. Sedang untuk Thermistor PTC, makin tinggi temperatur disekelilingnya, makin tinggi juga nilai resistansinya sebanding lempeng / Positif. 9. RheostatRheostat ialah Variable Resistor yang berperan untuk mengendalikan saluran arus listrik current di suatu skema elektronik atau kelistrikan, penerapan pada otomotif mobil dapat ditemui pada fuel sender gauge, app sensor pada pedal gas mobil injeksi dengan type throttle by wire dan lain-lain. 10. Resistor TappedResitor tapped atau kerap dikatakan sebagai potensiometer, Potensiometer sebagai tipe Variable Resistor yang nilai resistansinya bisa beralih-alih dengan memutar porosnya lewat sebuah Tuas yang ada pada Potensiometer. Nilai Resistansi Potensiometer umumnya tercatat di tubuh Potensiometer berbentuk code angka. 11. KapasitorKapasitor atau disebutkan dengan kondensator sebagai elemen yang sanggup simpan dan melepas daya listrik dari kapasitor disebutkan dengan Farad, yang memperlihatkan kekuatan kapasitor dalam simpan daya listrik atau kapasitansi. Farad diambil dari nama Michael Faraday, seorang ilmuwan yang mendapati kapasitor. 12. DiodaDioda ialah elemen electronica yang berperan untuk mengahantarkan arus listrik ke satu arah dan menghalangi arus listrik dari arah kebalikannya. Dioda juga bisa dipakai untuk mengatur arus, yaitu sebagai sakelar electronic. Dioda terbagi dalam 2 elemen elektroda yakni Anoda dan Katoda. 13. Dioda ZenerSalah satu simbol kelistrikan diatas adalah Diode Zener yang merupakan salah satu diode yang mempunyai karakter salurkan arus listrik mengucur menuju yang bersimpangan bila tegangan yang diberi melebihi batasan "tegangan tembus" breakdown voltage atau "tegangan Zener". Ini berbeda dari diode biasa yang cuman salurkan arus listrik ke satu arah. 14. TransistorTransistor sebagai elemen dasar electronica yang perlu kamu kenali karena mempunyai banyak peranan dan sebagai elemen yang memiliki peran penting di dunia electronica kekinian ini. Pada konsepnya transistor terdiri dari dua buah dioda yang digabungkan. Transistor terbagi dalam 3 kaki yakni Pangkalan B, Colector C, dan Emitor E. 15. KabelSerangkaian kabel atau wiring harness sebagai elemen yang tidak kalah penting. Perannya untuk menyalurkan listrik dari baterei ke arah semua sisi elektrikal. 16. MassaMassa berperan untuk menyambungkan antar elemen dengan negatif baterei hingga tercipta rangkain tertutup pada suatu circuit kelistrikan. 17. LampuKendaraan beroda 4 bukan hanya diperlengkapi satu tipe lampu saja, rupanya ada beberapa macam lampu yang perannya bukan hanya sebagai pencahayaan, tetapi jadi pemberi kode untuk jaga keselamatan sepanjang mengemudi. 18. KlaksonPeranan klakson penting bagus untuk pengendaranya atau seseorang. Peranan klakson sendiri untuk memberi kode ke pengendara lain dengan sumber bunyi atau suara yang ditimbulkannya. 19. Koil pengapianKoil pengapian berperan untuk mengubah tegangan rendah listrik yakni 12 volt jadi tegangan tinggi volt ataupun lebih yang bisa mengahasilkan recikan bunga api pada busi. 20. Generator/alternatorGenerator berperan untuk mengganti energi gerak jadi energi listrik yang dipakai untuk mensupply seluruh keperluan listrik di saat mesin hidup pada mobil penerapan generator ada pada alternator mekanisme pengisian. 21. MotorElemen ini sebagai kontradiksi dari generator, yakni berperan untuk mengubah energi listrik jadi energi gerak, dalam mobil salah satunya penerapannya yakni pada motor starter, motor wipper, pompa bensin dan lain-lain. 22. LEDLED bisa kita artikan sebagai satu elemen electronica yang dibuat berbahan semikonduktor dan bisa pancarkan sinar jika arus listrik melaluinya. Led Ligth-Emitting Diode mempunyai peranan khusus di dunia electronica sebagai tanda atau signal tanda/lampu tanda. Dan belakangan ini LED sering dipakai pada semua tipe lampu pada mobil terhitung lampu khusus. Diatas adalah ulasan mengenai simbol kelistrikan otomotif dan perannya masing-masing. Semoga menambah wawasan dan pengetahuan.
RangkaianKelistrikan Sepeda Motor Seri Dan Paralel RANCANG BANGUN TRAINER SISTEM PENERANGAN PADA SEPEDA MOTOR HONDA SUPRA FIT - PDF Download Gratis Pin on Proyek Praktek Elektronika
Sepeda motor tersusun atas berbagai macam komponen. Selain komponen mesin, komponen penting lainnya ialah sistem kelistrikan sepeda motor. Sistem kelistrikan motor tersusun atas 6 komponen utama di dalamnya. Tanpa adanya sistem kelistrikan dapat dipastikan fungsi sepeda motor akan terganggu. Nah lalu apa saja komponen kelistrikan motor? Ketahui jawabannya pada rangkuman di bawah ini! Inilah 6 Komponen Utama Kelistrikan Sepeda Motor Lengkap dengan Fungsinya Aki atau Baterai Aki atau baterai merupakan salah satu komponen utama pada sepeda motor. Aki menjadi sumber kelistrikan bagi sepeda motor. Secara umum aki terbagi menjadi 2 jenis yakni aki jenis kering dan aki jenis basah. Ukuran aki pada motor lebih kecil dibanding aki pada mobil. Meski begitu ukuran voltasenya tetap sama yaitu 12 volt. Yang membedakan adalah daya pada aki tersebut, aki motor mempunyai daya lebih kecil dibandingkan aki mobil. Spul dan Kiprok Berikutnya ada spul dan kiprok yang juga merupakan komponen penting dalam sistem kelistrikan motor. Kedua komponen ini saling berhubungan pada sistem kelistrikan motor. Fungsi spul motor adalah membantu menghasilkan arus listrik layaknya sebuah generator. Sedangkan Fungsi Kiprok Motor atau sering disebut regulator adalah membantu meregulasi listrik yang dihasilkan oleh spul. Gambar Spul dan Kiprok Switch dan Module Komponen kelistrikan sepeda motor berikutnya ada switch dan module. Switch atau sakelar berfungsi sebagai tempat untuk menyalakan dan mematikan sistem kelistrikan pada motor. Anda bisa melihat switch pada stang motor diantaranya ada starter dan lampu. Sementara module mempunyai fungsi yang hampir sama dengan switch yaitu mengaktifkan sistem kelistrikan motor secara otomatis, sehingga kita tidak perlu mengaktifkan secara manual. Sebagai contoh ECU pada motor injeksi secara otomatis mengatur suplai bahan bakar bensin. Wiring atau Kabel Komponen kelistrikan yang keempat ada wiring atau kabel. Wiring atau kabel mempunyai fungsi menghubungkan arus listrik dari sumber power menuju ke saklar kemudian terakhir ke load atau beban. Secara umum wiring atau kabel dibedakan melalui warna. Sebagai contoh kabel warna hitam guna menentukan masa, sementara kabel warna merah guna menentukan sumber power. Load atau Beban Yang kelima ada load atau beban yang merupakan inti dari rangkaian sistem kelistrikan pada motor. Load atau beban mempunyai fungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi yang dibutuhkan. Sebagai contoh lampu pada motor merupakan load atau beban yang merubah energi listrik menjadi cahaya. Kemudian klakson merupakan load atau beban yang merubah energi listrik menjadi suara. Pengaman Rangkaian Terakhir ada pengaman rangkaian yang termasuk didalamnya seperti fuse dan relay. Fuse membantu mencegah terjadinya kelebihan pada aliran arus listrik yang dapat mengakibatkan konsleting pada sistem kelistrikan. Sementara relay mempunyai fungsi sebagai mengendalikan serta mengalirkan arus listrik. Nah itu dia pembahasan mengenai 6 komponen penting pada sistem kelistrikan sepeda motor yang bisa Anda pelajari. Didalam sepeda motor terdapat suatu rangkaian yang memiliki peran yang sangat penting yakni suatu sistem kelistrikan, yang mana dalam sistem ini sebagai penyuplai atau sebagai jalur untuk penyediaan arus listrik yang dibutuhkan baik untuk proses pembakaran maupun mekanisme kinerja mesin lainnya.Sistem Starter Sepeda Motor menggunakan motor listrik arus searah yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik untuk memberikan gerak mula pada poros engkol. Gerak mula pada poros engkol atau crankshaft digunakan untuk menggerakan torak naik ke TMA dan turun ke TMB agar proses isap, kompresi, kerja dan buang bisa dimulai. Tugas Sistem Starter hanya untuk memberikan gerakan awal poros engkol saat memulai menghidupkan mesin. Sistem Starter Motor Listrik Sepeda Motor¶ Untuk menghidupkan mesin sepeda motor diperlukan gerakan awal pada poros engkol crankshaft agar torak bergerak naik turun sehingga mesin dapat memulai siklusnya. Gerakan awal berupa putaran pada poros engkol diberikan oleh Sistem Starter atau Sistem Penggerak Mula. Sistem Starter dibedakan menurut jenis penggerak yang memulai putaran, yaitu Sistem starter mekanis; Sistem starter motor listrik. Kedua sistem starter ini hampir semuanya dipasang pada berbagai jenis sepeda motor. Dari kedua sistem starter tersebut, jenis penggerak motor listrik merupakan jenis yang paling banyak digunakan oleh pengguna sepeda motor karena penggunaanya yang mudah dan ringan. Sedangkan sistem starter jenis penggerak mekanis atau sering disebut juga dengan Kick Starter lebih banyak digunakan sebagai cadangan. Kick Starter membutuhkan tenaga yang cukup besar untuk menggerakan poros engkol sehinga digunakan hanya ketika sistem starter motor listrik mengalami gangguan. Petunjuk Umum Wiring¶ Wiring adalah teknik pengkabelan yang menghubungkan antar komponen kelistrikan untuk membentuk suatu rangkaian kelistrikan. Pada penjelasan berikut akan ditunjukan gambar wiring dengan warna pengkabelan berbeda. Warna merah digunakan untuk menggambarkan kabel yang dialiri tegangan positif baterei. Sedangkan warna hitam digunakan untuk menggambarkan kabel yang terhubung dengan negatif baterei. Hati-hati dalam melihat posisi saklar atau switch baik dalam keadaan OFF terputus maupun ON terhubung. Komponen Sistem Starter Motor Listrik¶ Pada gambar berikutnya tertera nama dari masing-masing komponen kelistrikan yang digunakan pada sistem starter motor listrik, diantaranya Gambar 1. Komponen Sistem Starter Sepeda Motor Baterei adalah sumber listrik berarus DC dengan tegangan 12 Volt. Hampir semua komponen kelistrik pada sepeda motor mengambil energi listrik dari baterei. Kapasitas baterei berbeda-beda pada setiap merk dan tipe sepeda motor, yang biasanya disesuaikan dengan kapasitas mesin dan kelengkapan kelistrikan lainnya. Semakin besar energi yang dibutuhkan maka semakin besar kapasitas baterei. Fuse atau Sekring adalah komponen pengaman rangkaian kelistrikan saat terjadi short circuit atau hubungan singkat. Ketika terjadi short circuit maka fuse akan memutuskan dirinya sendiri agar komponen dan kabel dalam rangkaian kelistrikan tidak terbakar atau rusak. Ignition Switch atau Main Switch atau Kunci Kontak adalah sejenis saklar yang digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan rangkaian kelistrikan secara keseluruhan menggunakan bantuan anak kunci yang dibuat unik. Hampir semua sistem kelistrikan pada sepeda motor akan mengambil tegangan dari baterei dengan melewati Saklar Utama ini. Starter Relay atau Magnetic Switch adalah saklar dengan kemampuan daya besar untuk mengalirkan listrik dari baterei menuju ke Motor Starter yang akan terhubung ON dan terputus OFF dengan teknik picuan kemagnetan. Ada dua bagian didalam Starter Relay yaitu Selenoid dan Kontak Besar yang dihubungkan oleh plat. Ketika sifat kemagnetan terbentuk pada selenoid maka kontak besar dalam posisi ON, jika sifat kemagnetan menghilang pada selenoid maka kontak besar dalam posisi OFF. Starter Relay menggunakan kontak saklar berukuran besar karena konsumsi daya motor listrik yang besar pula. Hal ini untuk memperlambat tingkat keausan kontak saklar akibat panas yang muncul ketika saklar mulai terhubung dan terputus serta untuk memaksimalkan energi listrik yang dialirkan menuju ke Motor Starter. Motor Starter adalah motor listrik arus searah yang mengubah energi listrik baterei menjadi energi mekanik untuk menggerakan poros engkol. Motor Listrik ini membutuhkan daya yang besar sehingga kabel dan saklar yang digunakan untuk mengalirkan energi listrik juga harus yang berdaya besar agar motor listrik mampu menghasil putaran yang cepat dan kuat. Starter Switch atau Saklar Starter adalah saklar khusus yang digunakan untuk mengaktifkan Starter Relay. Pada saat Starter Switch dalam posisi terhubung ON atau posisi ditekan maka akan terbentuk kemagnetan pada selenoid yang mampu menghubungkan saklar didalam Magnetic Switch. Pada saat Starter Switch dalam posisi terputus OFF maka sifat kemagnetan pada selenoid akan menghilang dan saklar didalam Magnetic Switch akan terputus. Starter Switch berperan sebagai saklar pemicu untuk mengatur pembentukan sifat kemagnetan pada selenoid didalam Starter Relay. Starter Switch ditempatkan pada area kemudi yang mudah untuk dijangkau jari tangan. Pada saat Ignition Switch OFF¶ Pada saat Ignition Switch atau Kunci Kontak terputus OFF maka seluruh sistem kelistrikan dalam keadaan mati termasuk sistem starter. Gambar 2. Sistem Starter saat Kunci Kontak OFF Aliran listrik positif Warna Merah Baterei + → Fuse → Ignition Switch → X Baterei + → kontak besar Starter Relay → X Tanda X berarti tidak berhubungan dengan apapun. Pada saat Ignition Switch ON¶ Pada saat Ignition Switch terhubung ON maka beberapa sistem kelistrikan mendapat asupan listrik dari baterei, termasuk Starter Relay. Gambar 3. Sistem Starter saat Kunci Kontak ON Aliran listrik positif Warna Merah Baterei + → Fuse → Ignition Switch → Lilitan Selenoid Starter Relay → Starter Switch → X Baterei + → Kontak Besar Starter Relay → X Tanda X berarti tidak berhubungan dengan apapun. Lilitan selenoid pada Starter Relay juga mendapat asupan listrik dari kunci kontak namun karena Starter Switch belum terhubung ke negatif/massa baterei maka belum terbentuk sifat kemagnetan sehingga plat kontak saklar tidak tertarik dan saklar yang besar pun masih dalam keadaan terputus. Pada saat Starter Switch ON¶ Pada saat Starter Switch dihubungkan ON maka aliran listrik dari selenoid akan diteruskan ke massa dan terbentuklah sifat kemagnetan pada selenoid. Gambar 4. Sistem Starter Saat Saklar Starter OFF Aliran listrik positif Warna Merah Baterei + → Fuse → Ignition Switch → Lilitan Selenoid Starter Relay → Starter Switch → Massa Baterei + → Kontak Besar Starter Relay → Starter Motor → Massa Ada dua kejadian saat Starter Switch dalam kondisi terhubung, yaitu Terbentuknya kemagnetan pada lilitan selenoid. Sifat kemagnetan tersebut digunakan untuk menarik plat kontak besar diatasnya yang berfungsi untuk menghubungkan aliran tegangan dari baterei menuju Starter Motor. Sifat kemagnetan terbentuk karena Starter Switch pada awalnya sudah mendapat tegangan dari positif baterei dan sedang menunggu tegangan negatif atau massa baterei. Ketika Starter Switch dihubungkan, selenoid mendapat asupan tegangan positif dan negatif maka terbentuklah sifat kemagnetan pada lilitan selenoid. Ketika plat kontak tertarik oleh sifat kemagnetan yang terbentuk pada selenoid maka tegangan dari positif baterei akan mengalir menuju Starter Motor. Starter Motor mendapat asupan tegangan positif dan negatif baterei maka terjadi transformasi energi listrik menjadi energi mekanik. Energi putaran yang terbentuk pada Starter Motor digunakan untuk menggerakkan poros engkol. Beberapa saat kemudian... Brum! Brum! Brum! Bruuuuuuuuuuuummmm! Bruuuuuuuuuuuuuuuuuuuummmm! Bleph! Bleph! Bleph! Bleph! Argh! Bensin habis...! Kesimpulan¶ Kenapa wiring sistem starter harus menggunakan Starter Relay atau Magnetic Switch? Starter Relay digunakan pada wiring sistem starter motor listrik karena alasan sebagai berikut Mencegah terjadinya drop penurunan tegangan. Dengan menggunakan Starter Relay maka jarak antara baterei dengan starter motor menjadi lebih dekat sehingga rugi tegangan akibat tahanan resistansi kabel akan semakin kecil. Jika tidak menggunakan Relay Starter maka dibutuhkan kontak saklar berukuran besar dan hal ini tentu tidak memungkinkan untuk ditempatkan pada kemudi agar dekat dengan jari tangan. Lebih hemat biaya. Motor Starter membutuhkan energi yang besar maka dibutuhkan kabel penghubung yang besar pula. Tanpa Starter Relay maka kabel yang dibutuhkan akan lebih panjang dan mahal. Demikianlah beberapa alasan penggunaan Starter Relay dan demikian pula bahasan tentang prinsip kerja wiring sistem starter jenis motor listrik. Wiring atau pengkabelan Sistem Starter Motor Listrik yang digunakan pada artikel ini diambil dari jenis umum yang secara prinsip hampir sama pada semua merk dan type sepeda motor. Sedangkan secara spesifik yang membahas tentang fitur-fitur tambahan akan dijelaskan pada artikel terpisah. Sekian... Referensi¶ Motorcycle Electrical Systems, American Honda Motor Co., Inc., 1977 Pedoman Reparasi Umum, Astra Honda Motor, 2014 Manual Service, Yamaha Motor Co., Ltd, 2006 New Step I Training Manual, Toyota Astra Motor, 1995 Pembaharuan Terakhir 7 Oktober 2020 001823
ContohAplikasi Resistor pada Sepeda Motor Hampir semua rangkaian kelistrikan pada sepeda motor terdapat tahanan (Resistor). Bentuk tahanan pada rangkaian bisa berupa tahanan pada bola lampu atau kumparan maupun tahanan (Resistor) biasa seperti gambar di atas.
motor 2. Arus Listrik, Tegangan dan Tahanan Untuk lebih memahami konsep tentang listrik, maka listrik diilustrasikan sebagai air karena memilki banyak kesamaan karakteristiknya. Gambar 3.1 di bawah ini menunjukkan dua buah wadah yang terhubung satu dengan lainnya melalui sebuah pipa yang dipersempit untuk menghambat aliran. Tegangan (voltage)Sistem/ rangkaian sistem kelistrikan sepeda motor terbagi menjadi dua bagian utama: Kelistrikan mesin Kelistrikan mesin meliputi: Kelistrikan yang mendukung hidupnya mesin yaitu sistem pengapian, sistem bahan bakar Injeksi; Sistem starter; Sistem pengisian; Kelistrikan body; Sistem kelistrikan body sepeda motor yang antara lain terdiri dari : 1.